Minggu, 17 Februari 2013

Spirometri

Prinsip spirometri adalah mengukur kecepatan perubahan volume udara di paru-paru selama pernafasan yang dipaksakan atau disebut forced volume capacity (FVC). Prosedur yang paling umum digunakan adalah subyek menarik nafas secara maksimal dan menghembuskannya secepat dan selengkap mungkin. Nilai FVC dibandingkan terhadap nilai normal dan nilai prediksi berdasarkan usia, tinggi badan dan jenis kelamin.


Spirometri dapat dilakukan dalam bentuk social vital capacity (SVC) atau forced vital capacity (FVC). Pada SCV, pasien diminta bernafas secara normal 3 kali (mouthpiece sudah terpasang di mulut) sebelum menarik nafas dalam-dalam dan dihembuskan secara maksimal. Pada FVC, pasien diminta menarik nafas dalam-dalam sebelum mouth piece dimasukkan ke mulut dan dihembuskan secara maksimal.

Pengukuran fungsi paru yang dilaporkan :
1. Forced vital capacity (FVC) adalah jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara paksa setelah inspirasi secara maksimal, diukur dalam liter.
2. Forced Expiratory volume in one second (FEV1) adalah jumlah udara yang dapat dikeluarkan dalam waktu 1 detik, diukur dalam liter. Bersama dengan FVC merupakan indikator utama fungsi paru-paru.
3. FEV1/FVC (rasio). Pada orang dewasa sehat nilainya sekitar 70% - 80%
4. FEF 25-75% (forced expiratory flow), optional
5. Peak Expiratory Flow (PEF), merupakan kecepatan pergerakan udara keluar dari paru-paru pada awal ekspirasi, diukur dalam liter/detik.
6. FEF 50% dan FEF 75%, optional, merupakan rata-rata aliran (kecepatan) udara keluar dari paru-paru selama pertengahan pernafasan (sering disebut juga sebagai MMEF (maximal mid-expiratory flow)

Interpretasi

Normal
FVC > 80%
FEV1/FVC > 70%
Restriktif

Ringan
Sedang
Berat
FVC < 80%
FEV1/FVC > 70%
50% ≤ FVC < 80%
30% ≤ FVC > 50%
FVC < 30 %
Obstruktif

Ringan
Sedang
Berat
Sangat Berat
FVC bisa normal atau <
FEV1/FVC < 70%
FEV1 ≥ 80%
50% ≤ FEV1 < 80%
30% ≤ FEV1 < 50%
FEV1 < 30 %

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar